Blogroll

Pages

Friday, December 5, 2014

Tujuan Basis Data Sistem Manajemen


Organisasi menggunakan data dalam jumlah besar. Sebuah sistem manajemen database (DBMS) adalah perangkat lunak yang memungkinkan untuk mengatur data dalam database.

Akronim standar untuk sistem manajemen database DBMS, sehingga Anda akan sering melihat ini bukan nama lengkap. Tujuan utama dari sistem manajemen database untuk menyimpan dan mengubah data menjadi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.

Sebuah DBMS terdiri dari tiga unsur berikut:

     Database fisik: kumpulan file yang berisi data
     Mesin database: perangkat lunak yang memungkinkan untuk mengakses dan mengubah isi dari database
     Skema Database: spesifikasi struktur logis dari data yang disimpan dalam database

Walaupun kedengarannya logis untuk memiliki DBMS di tempat, perlu berpikir sejenak tentang alternatif. Apa yang akan data dalam sebuah organisasi terlihat seperti tanpa DBMS? Menganggap diri sebagai organisasi sejenak, dan data semua file di komputer Anda. Bagaimana data Anda terorganisir? Jika Anda seperti kebanyakan pengguna komputer biasa, Anda memiliki sejumlah besar file, diatur dalam folder.

Anda mungkin memiliki dokumen pengolah kata, file presentasi, spreadsheet, foto, dll Anda menemukan informasi yang Anda butuhkan berdasarkan struktur folder yang Anda buat dan nama-nama yang telah Anda berikan ke file Anda. Ini disebut sistem file dan khas untuk pengguna komputer pribadi.

Sekarang perhatikan tantangan Anda dihadapkan dengan. Apakah Anda pernah kehilangan file? Apakah Anda mengalami kesulitan menemukan file? Mungkin. Mungkin Anda menggunakan beberapa komputer dan file Anda terletak di lokasi fisik yang berbeda. Dan kapan daftar kali Anda membuat cadangan semua file Anda? Anda lakukan kembali, kan?

Anda mungkin mendapatkan gambar. Sebuah sistem file relatif sederhana, tetapi hanya bekerja jika Anda menjaga diri sangat terorganisir dan disiplin. Sekarang perhatikan sebuah organisasi dengan 1.000 karyawan, masing-masing dengan komputer mereka sendiri. Dapatkah Anda melihat beberapa tantangan ketika menggunakan sistem file? Apakah Anda benar-benar ingin data keuangan penting mengambang di sekitar kantor sebagai file sederhana pada komputer masing-masing?
Fungsi DBMS

Jadi apa DBMS benar-benar? Ini mengatur file Anda untuk memberikan Anda kontrol lebih besar atas data Anda.

Sebuah DBMS memungkinkan pengguna untuk membuat, mengedit dan memperbarui data dalam file database. Setelah dibuat, DBMS memungkinkan untuk menyimpan dan mengambil data dari file-file basis data.

Lebih khusus, DBMS menyediakan fungsi-fungsi berikut:

     Concurrency: akses bersamaan (yang berarti 'pada waktu yang sama') ke database yang sama oleh beberapa pengguna
     Keamanan: aturan keamanan untuk menentukan hak akses pengguna
     Backup dan pemulihan: proses untuk back-up data secara teratur dan memulihkan data jika terjadi masalah
     Integritas: struktur database dan aturan meningkatkan integritas data
     Deskripsi Data: kamus data memberikan gambaran tentang data

Dalam sebuah organisasi, pengembangan database biasanya dikendalikan oleh administrator database (DBA) dan spesialis lainnya. Hal ini memastikan struktur database efisien dan dapat diandalkan.

Database administrator juga mengontrol akses dan keamanan aspek. Misalnya, orang yang berbeda dalam penggunaan organisasi database dengan cara yang berbeda. Beberapa karyawan mungkin hanya ingin melihat data dan melakukan analisis dasar. Karyawan lain secara aktif terlibat dalam menambahkan data ke database atau memperbarui data yang ada. Ini berarti bahwa administrator database perlu mengatur hak akses pengguna. Anda tidak ingin seseorang yang hanya perlu melihat database untuk sengaja menghapus bagian dari database.
Pro dan Kontra DBMS

Ada sejumlah manfaat untuk menggunakan DBMS.

Sebuah DBMS menyediakan otomatis metode untuk membuat, menyimpan dan mengambil data. Mungkin butuh beberapa waktu untuk menyiapkan metode ini, tetapi sekali di tempat, DBMS dapat membuat tugas-tugas manual membosankan sesuatu dari masa lalu.

Sebuah DBMS mengurangi redundansi data dan inkonsistensi. Apakah Anda pernah memiliki versi yang berbeda dari file yang sama pada komputer Anda hard drive? Hal yang sama terjadi dalam organisasi. Sebuah DBMS yang dirancang dengan baik akan menghilangkan redundansi.

Sebuah DBMS memungkinkan untuk akses bersamaan oleh beberapa pengguna, masing-masing dengan peran khusus mereka sendiri. Beberapa pengguna hanya perlu untuk melihat data, beberapa berkontribusi untuk menambahkan data baru, sementara yang lain merancang dan mengelola database - semua pada waktu yang sama!

Sebuah DBMS meningkatkan keamanan dan keandalan. Database administrator bertanggung jawab untuk membuat backup database, mengontrol akses dan, secara umum, memastikan ia bekerja dengan cara itu dimaksudkan. Memiliki satu atau lebih spesialis mengendalikan tugas-tugas ini jauh lebih efektif daripada memiliki setiap pengguna komputer dalam suatu organisasi harus khawatir tentang keamanan data mereka.

Sebuah DBMS meningkatkan kualitas data. Sangat mudah untuk membuat kesalahan ketika memasukkan data. Sebuah DBMS memungkinkan untuk membuat aturan untuk database. Misalnya, saat memasukkan nomor telepon pelanggan Anda tidak harus memasukkan karakter teks. Sebuah aturan dapat diatur sedemikian rupa sehingga Anda tidak dapat memasukkan teks dalam bidang nomor telepon. Atau memikirkan menentukan negara mana pelanggan berada. Lebih mudah untuk memilih dari daftar yang telah ditentukan negara daripada harus mengetikkan nama.

Seperti halnya sistem informasi, ada juga beberapa kelemahan untuk menggunakan DBMS

3 contoh Software Jaringan Komputer

  • Angry IP Scanner
Software ke-2 dari 5 software jaringan komputer yang perlu Anda ketahui adalah Angry IP  Scanner. Angry IP Scanner berfungsi untuk membantu dalam pengelolaan, invostorisasi serta menjaga jaringan agar tetap mampu berjalan dengan baik, melalui alamat IP Address dari setiap komputer yang ada pada jaringan. Selain itu, software ini juga dapat membantu seorang admin jaringan dalam mengawasi error atau trobubleshooting jaringan karena permasalahan pada IP address, bisa juga karena IP address yang konflik. Selain itu, software ini juga mengantisipasi adanya pihak yang tidak bertanggung jawab yang berusaha menyusup pada jaringan seseorang dengan menggunakan IP address yang telah tersedia pada range nya.
  • Look@LAN

Software ke-3 dari 5 software jaringan komputer yang wajib diketahui adalah Look@LAN. Software ini bisa digunakan pada OS apapun, pengoperasiannya pun cukup mudah, software ini akan menampilakan laporan yang menyatakan keadaan jaringan pada saat itu, dalam bentuk tabel. Beberapa fitur yang dimiliki software ini adalah :
1.  Mengetahui IP Address, pada komputer jaringan
2.  Mengetahui status konektivitas dengan jaringan
3.  Distance
4. Serta mengetahui sistem operasi yang digunakan oleh komputer pada jaringan tersebut
5. Mengetahui hostname, netBIOS name, netBIOS user, SNMP status dan Trap.
6. Menginformasikan pada komputer server, host yang sedang online/offline
  • NMap

Software ke-4 dari 5 software jaringan komputer yang wajib dikenal, yakni NMap adalah sebuah software security scanner yang dikembangkan oleh Gordon Lyon alias Fyodor Vaskovich yang compatible dengan OS Windows, Linux, Mac OS X, Solaris, BSD dan Amigos OS. NMap tersedia dengan dua versi yaitu versi GUI dan Command line. NMap memiliki fungsi-fungsi standar layaknya sebuah security scanner: mendeteksi port-port yang terbuka, mengidentifikasi versi OS dan aplikasi yang digunakan untuk menjalankan service, dan lain-lain.

Sejarah dan Pengertian Firebird

Sejarah Firebird 
Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi InterBase secara open source, justru kembali ke pola komersial software. Tapi pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang tertarik dengan source code InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code database ini dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.
Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama” dikembangkan oleh Borland.
Kemampuan dan Kelebihan Firebird
Beberapa kemampuan dari open source DBMS ini antara lain:
- Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird support dengan savepoint pada suatu transaksi dan kita bisa melakukan rollback kembali ke savepoint yang kita tentukan tadi (ini mirip seperti fasilitas pada Oracle).
-Firebird menggunakan sintaks standard untuk menciptakan suatu foreign key
-Firebird support row level locks, secara default Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-version concurrency system. Ini artinya bahwa semua session pada database akan melihat data yang lama sampai data yang baru sudah di-commit ke dalam database. Sebagai alternative untuk locking juga bisa digunakan perintah select… for update with lock
-Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin belajar. Triggers pada Firebird mirip seperti yang dijumpai dalam Oracle yaitu menggunakan before atau after insert, update atau delete. Ini berbeda dengan sistem trigger pada Sybase atau MS SQL Server yang menggunakan tabel virtual inserted dan deleted.
-Firebird bisa melakukan replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibuat oleh pihak ketiga, tetapi sebenarnya teknik replikasi ini seperti konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database.
-Firebird support dengan multiple data file, ya, Firebird bisa menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database. Ini sangat berguna bagi para DBA (Database Administrator) untuk mengadministrasi database.
-Software untuk mengadministrasi mudah didapat karena banyak sekali software untuk mengadministrasi database Firebird, misalnya saja EMS IB Manager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon dan banyak lagi yang lainnya. Aplikasi tersebut ada yang komersial atau bahkan ada yang open source.
-Library connection untuk Firebird yang sudah tersedia ada banyak, ada driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider. Bahkan dari PHP juga sudah disediakan library untuk koneksi ke database Firebird ini.
-Banyaknya fasilitas support dan maintenance karena banyaknya komunitas Firebird. Di Indonesia sendiri komunitas yang sering menggunakan Firebird biasanya adalah programmer Delphi.

Pengertian Oracle Beserta Kelebihan dan Keuntungannya


Pengertian Oracle
Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
·         Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
  • Menangani manajemen space dan basis data yang besar
  • Mendukung akses data secara simultan
  • Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
  • Menjamin ketersediaan yang terkontrol
  • Lingkungan yang terreplikasi
Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.

Kelebihan Dan Kekurangan Oracle
Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi khusus yang dapat berubah-ubah. Sebagai contoh, organisasi yang besar membutuhkan server yang terdistribusi dan memiliki redundancy sehingga pelayanan bisa diberikan secara cepat dan tidak terganggu jika ada server yang mati. Organisasi tersebut juga mempunyai berbagai macam aplikasi yang dibuat dengan beragam bahasa pemrograman dan berjalan di berbagai platform yang berbeda. Oracle memiliki banyak sekali fitur yang dapat memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi besar tersebut. Berbagai fitur tersebut membuat Oracle menjadi DBMS yang rumit dan sulit untuk dipelajari, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sistem informasi di organisasi yang berukuran besar.
Skalabilitas mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang dengan penambahan sumber daya. Organisasi yang besar harus mampu melakukan transaksi data dalam volume yang besar dan akan terus bertambah besar. Jika dijalankan hanya pada satu server saja, MySQL memang bisa berjalan lebih cepat daripada Oracle. Namun jika satu server sudah tidak bisa lagi menangani beban yang terus bertambah besar, kinerja MySQL mengalami stagnasi karena keterbatasan server tersebut. Namun Oracle mendukung fitur Grid yang dapat mendayagunakan lebih dari satu server serta data storage dengan mudah dan transparan. Hanya dengan menambahkan server atau data storage ke dalam Oracle Grid, maka kinerja dan kapasitas Oracle dapat terus berkembang untuk mengikuti beban kerja yang terus meningkat.
Demikianlah salah satu (atau dua) keunggulan dari Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-perusahaan besar memilih Oracle dan tidak menggunakan DBMS seperti MySQL yang gratis karena mereka membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem informasi yang mereka gunakan

Pengertian Database Server dan MySQL

Pengertian DataBase Server


Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan olehpara pengguna.
Database server adalah sebuah program komputer yang menyediakan layanan database untuk program komputer lain atau komputer, seperti yang didefinisikan oleh model client-server. Istilah ini juga dapat merujuk ke komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program seperti itu.
 Contoh Jenis-jenis software program Database Server:

MySQL
MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak seperti Apache yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan cipta untuk code sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius.

Kelebihan MySQL antara lain :
1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2. Free (bebas didownload) MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
3. stabil dan tangguh, fleksibel dengan berbagai pemrograman 
4. Security yang baik & mendukung transaksi
5. dukungan dari banyak komunitas & perkembangan software yang cukup cepat
6. kemudahan management database 

Macam Macam Layer OSI dan Fungsinya

Layer OSI mempunyai 7 macam Layer OSI yaitu sebagai berikut... 




 

· Application
Application layer menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna, layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program computer, seperti program e-mail dan servis lain yang berjalan di jaringan seperti server printer atau aplikasi computer l;ainnya.
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protocol yanmg berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

· Presentation

Presentation layer bertanggungjawab bagaimana data dikonversi dan di format untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .GIF dan .JPG untuk gambar layer ini membentuk kode konversi, trnslasi data, enkripsi dan konversi.
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak director (redictor Software). Seperti llayanan worksatation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell ( semacam Virtual Network Computing) (VNC) atau Remote Dekstop Protocol (RDP).

· Session

Session layer menentukan bagaimna dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi. Bagaimna mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer di sebut “session”.
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau di hancurkan. Selain itu, di level inio juga dilakukan resolusi nama.

· Transport
Transport layer bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end – to _ end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling)
Berfungsi untuk memecahkan data kedalam paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement) dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

· Network

Network layer bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, menjaga antrian tafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk “Paket”.
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch layer 3.

· Datalink
Data link layer menyediakan link untuk data. Memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara system koneksi dengan penaganan error.
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras( seperti halnya di Media Access Control Address ( MAC Address), dan menetukan bagaimna perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level; ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC)dan lapisan Media Access Control (MAC).

· Physical
Physical layer bertyanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media (seperti kabel) dan menjaga koneksi fisik antar system.
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Networl Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Pengertian Sistem Operasi Jaringan (S.O.J)

Sistem operasi jaringan (Inggris: network operating system) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:
  • Microsoft MS-NET
  • Microsoft LAN Manager
  • Novell NetWare
  • Microsoft Windows NT Server
  • GNU/Linux
  • Banyan VINES
  • Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris